Artikel

AKHLAK LUHUR SUKU MADURA MULAI GOYAH, BENARKAH?

(Menumbuhkan Kembali Kesadaran Akhlak di Tengah Maraknya Ujaran Kebencian)

Madura, sejak lama dikenal luas di Indonesia sebagai salah satu suku yang sangat menjunjung akhlak yang luhur. Ramah dan baik hati pada siapapun. Masyarakat madura juga masyhur sebagai suku yang sangat menjaga harga diri. Nilai-nilai luhur ini selalu dirawat semenjak lama. Tapi di era medsos ini tampaknya budaya luhur ini mulai luntur oleh pesatnya budaya luar yang masuk. Terutama budaya barat yang liberal dan bebas.

Salah satu budaya luhur suku madura yang mulai luntur yang layak disoroti saat ini mungkin adalah lunturnya akhlak. Maraknya caci maki dan ujaran kebencian yang baru-baru ini ramai di sosial media merupakan gejala penyimpangan moral yang patut diperhatikan. Apalagi ujaran kebencian belakangan ini banyak dialamatkan pada ulama dan kiai yang merupakan publik figur yang sangat di hormati seluruh lapisan masyarakat. Ramainya ujaran kebencian yang bernada penghinaan seperti ini tentu merupakan tindakan abnormal yang sangat dikecam agama dan norma sosial.

Fenomena miris ini mengingatkan kita bahwa ada yang hilang tentang kesadaran akhlak yang senantiasa ditanamkan pendahulu kita selama ini yaitu istilah cangkolang. Istilah cangkolang saat ini perlu diresapi kembali untuk menumbuhkan nilai kesantunan dalam bertutur dan berperilaku. Orang tua kita pada waktu kita kecil sering mengingatkan kita agar tidak Cangkolang pada siapapun terutama pada yang lebih sepuh. Istilah Cangkolang ini saat ini sudah tidak di pedulikan lagi oleh komunitas pemuda yang nuraninya sudah digadaikan untuk menciptakan kebencian antara sesama. Maraknya ujaran kebencian dan caci maki untuk mencari sensasi di sosial media saat ini telah melunturkan rohani dan akhlak sebagian pemuda Islam di pulau garam ini.

Oleh karenanya, menumbuhkan kesadaran akhlak di tengah-tengah pemuda harus di galang kembali saat ini. Karakter kebencian yang berlebihan harus segera di lunturkan dengan meramaikan dan menebarkan konten-konten positif yang sarat akhlak dan sarat makna di sosial media. Sosial media harus di manfaatkan untuk menciptakan kesadaran akhlak ini. Nilai luhur suku madura yang telah lama tumbuh harus senantiasa pula di sebarkan untuk menyadarkan pemuda yang sudah jauh meninggalkan akhlak luhur para leluhurnya.

Ada pesan nabi yang perlu diresapi kembali saat ini.

ألا أخبركم بشراركم؟”. قالوا: بلى. قال: المشَّاؤُون بالنميمة، المفسدون بين الأحبة، البَاغُون البُرَآءَ العنت “. (أخرجه البخاري في الأدب المفرد )

Maukah kalian aku beritahu tentang orang-orang yang moralnya paling buruk?. Mereka menjawab : Ya, kami mau. Nabi mengatakan : Ialah orang-orang yang kerjanya mengadu domba (menghasut), yang gemar memecah-belah orang-orang yang saling mengasihi/bersahabat, dan yang suka mencari kekurangan pada manusia yang tidak berdosa”. (HR.Al-Bukhari dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad, 323 dan Ahmad, 6/459 )

Oleh: Moh. Jufriadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *