Umum

ALUMNI, NGAJI SAMPAI MATI

Diantara ragam kegiatan ngaji yang diprogramkan oleh Masyayikh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Karangdurin (PPK) adalah pengajian kitab Mafahim Yajibu an Tushohhah karya al-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani yang dibacakan langsung oleh KH. Ach. Fauzan Zaini, Khadim al-Ma’had Miftahul Ulum Karangdurin (PPK) yang rutin dilaksanakan setiap Jumat pagi (sepekan sekali).

Dok. Media Center Karangdurin/MCK
Keterangan gambar. Khodim al-Ma’had PPK, KH. Ach. Fauzan Zaini sedang memberikan pengajian kitab Mafahim kepada para Alumni

Kegiatan pengajian ini diikuti oleh lapisan tokoh masyarakat, alumni, simpatisan, asatidz, pengurus dan santri PPK. Selain sebagai wujud kontinuitas ngaji (Continuously updating science) yang diperintahkan dalam agama kepada segenap pemeluknya, pengajian ini diharapkan pula menjadi media yang mempererat ikatan emosional antar alumni dengan Masyayikh, alumni dengan Pesantren dan alumni dengan alumni serta diharapkan menjadi media yang menumbuhkan ghirah para alumni untuk terus membuka cakrawala pemikiran dan wawasannya di bidang kajian keagamaan, sosial dan bidang lain khususnya yang sedang berkembang di era milenial ini.

Dok. Media Center Karangdurin/MCK
Keterangan gambar. Sebagian alumni sedang ngaji pada Khodim al-Ma’had PPK.

Hampir dalam setiap momen pengajian kitab, Khadim al-Ma’had sering mengingatkan kepada segenap alumni untuk terus konsisten melaksanakan kewajiban belajar (ta’allum), konsisten mengajarkan ilmu (ta’lim) yang telah diperoleh di Pesantren serta konsisten mengikuti kegiatan-kegiatan pengajian kitab baik yang dilaksanakan setiap satu pekan sekali di kompleks PPK yaitu setiap hari Jumat pagi yang bertempat di masjid As-Sholihin dengan pembacaan kitab sebagaimana disebutkan di atas, maupun pengajian kitab “Aadab al-‘Alim wa al-Muta’allim karya Hadlarah Al-Syaikh Hasyim Asy’ari” yang diselenggarakan satu bulan sekali di luar kompleks PPK yaitu setiap tanggal 25 bulan Hijriyah.

Hal ini tentu tidak lain sebagai pengejawantahan dari perintah Rasulullah dalam sabda-Nya (artinya): “Carilah ilmu sejak dari ayunan ibu hingga ke liang lahat” dan sabda-Nya (artinya): “Mencari ilmu adalah kewajiban bagi semua pemeluk Islam; laki-laki dan perempuan”. Meski secara eksplisit hadits tersebut memuat perintah wajib belajar namun sesungguhnya hadits tersebut juga memuat perintah wajib mengajar, sebab belajar dalam konteks agama meniscayakan adanya pengajar.

Selain itu beliau sering menjelaskan banyak hal tentang bahaya pemberitaan yang disebarkan secara massif dan kontinyu oleh beberapa kalangan yang tidak bertanggung jawab, karenanya para alumni khususnya harus mewaspadai dan meningkatkan selektiftas dalam menerima informasi.

Penyebaran berita hoax, ujaran kebencian dan fitnah yang banyak bertebaran di media sosial harus disikapi dengan arif dan bijak sebab teknis kerjanya yang mengeksploitasi sisi psikologis manusia berpotensi menimbulkan keresahan, kecemasan, hilangnya penghormatan, bahkan berpotensi memicu pertikaian dan perpecahan di tengah-tengah masyarakat. Beliau juga sering menjelaskan akan pentingnya menumbuhkan kesadaran untuk senantiasa menjaga persatuan, kerukunan dan kedamaian serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi apapun yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan merusak tatanan sosial.

Pengajian kitab ini ditayangkan secara live Streaming di akun Facebook/YouTube Pondok Pesantren Miftahul Ulum Karangdurin, dengan nama akun “Pondok Pesantren Karangdurin” sehingga para alumni, simpatisan serta wali santri yang tidak bisa hadir untuk mengikuti pengajian kitab secara langsung ke Pondok Pesantren Miftahul Ulum Karangdurin bisa mengikutinya secara langsung melalui sosial media. | Hanif Noer Kholis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *