Artikel

DAKWAH GELAP WAHABI DIBALIK JARGON “KEMBALI PADA SUNNAH”

Belakangan ini banyak yang resah melihat fenomena dakwah yang cenderung provokatif dan mengintimedasi. Dakwah dengan nada demikian cenderung dihindari dan kerap dimaki-maki. Melihat fenomena ini banyak kalangan pemuda yang lebih memilih dan terpikat dengan dakwah yang santun, sejuk dan tidak mengintimedasi. Terlebih jika dakwah yang disampaikan sangat menghibur dan menyenangkan. Dakwah model terakhir ini tentu sangat laku dan mudah tersebar diseantero negeri.

Pemuda sendiri sebagai sasaran dakwah tentu tidak ada yang salah jika lebih memilih model pendakwah yang suka menghibur pendengarnya selama pendakwah yang digemari itu menyampaikan ajaran Islam yang sesuai paham Ahlussunnah wal Jama’ah. Sebab belakangan ini kecenderungan pemuda dalam memilih pendakwah yang sejuk justru tidak pernah memperhatikan kandungan ajaran yang disampaikan, sehingga tidak sedikit yang terpikat dengan pendakwah yang secara penyampaian tampak santun dan tidak memaki-maki, tapi kandungan ajaran yang disampaikan justru kadang bertentangan dengan paham Ahlussunnah wal Jama’ah.

Ada beberapa tokoh diluar paham Ahlussunnah wal Jama’ah yang memiliki cukup banyak penggemar. Tokoh-tokoh tersebut kerap kali mengajak pendengarnya untuk kembali pada al-Qur’an dan as-Sunnah. Kalimat “as-Sunnah” sendiri sering dipropagandakan oleh pendakwah ini untuk meyakinkan pendengarnya bahwa apa yang disampaikan sesuai dengan ajaran yang dibawa nabi. Sebagai umat Islam kita tentu harus berhati-hati dengan ajakan kembali pada Sunnah ini karena dibalik slogan kembali pada sunnah sejatinya ada upaya besar untuk menghentikan ritual keagamaan umat Islam yang dianggap bid’ah.

Bid’ah yang variasinya beragam menurut ulama Ahlussunnah wal Jama’ah selalu musyrik dimata pendakwah yang satu ini. Sebab itu mereka gencar menyuarakan as-Sunnah sebagai perlawanan untuk menolak segala bid’ah. Ciri khas mereka selain gemar memelihara jenggot dan memakai celana jinkrang juga memiliki pemahaman Islam yang dangkal dan sempit serta sangat anti dengan bid’ah. Dakwah mereka ini memang terbilang pelan dan tidak teriak-teriak, tapi kandungan ajaran yang mereka sebarkan justru sangat membahayakan keberagaman umat Islam di Indonesia.

Lebih dari itu, tidak ada satupun dari pendakwah ini yang mengaku bahwa mereka sedang mendakwahkan ajaran wahabi serta berupaya keras menentang tuduhan wahabi kepada mereka, karena istilah wahabi menurut mereka muncul dari musuh Islam sebagai upaya membelah persatuan umat Islam. Wahabi tidak ada menurut mereka. Itulah sebabnya mereka mengaku salafi untuk menutupi paham wahabinya.

Pendakwah dengan ciri khas berjenggot ini secara umum tidak ada satupun dari kalangan habaib dan kiai. Mereka umumnya muncul dari kalangan ustadz yang tidak pernah menginjakkan kakinya di pesantren. Sebagian besar mereka jebolan universitas-universitas yang berdiri di Saudi arabia yang memang kental paham wahabi serta sengaja merekrut kader wahabi yang militan untuk mendakwahkan pengaruh wahabi diberbagai daerah. Dewasa ini dakwah Wahabi ini sudah banyak mendapatkan sambutan hangat dari kalangan pemuda dan pelajar yang bekal ilmu agamanya minus, hal ini memunculkan kekhawatiran dikalangan ulama dan habaib jika dakwah gelap wahabisme ini terus menjalar maka akan semakin gencar mengubah sekian banyak tatanan ajaran Islam yang sudah mapan dan final.

Pemuda sebagai generasi bangsa harus mewaspadai segala bentuk penyimpangan dakwah yang digerakkan wahabi yang saat ini semakin massif memanfaatkan sosial media dalam melancarkan dakwah gelapnya. Mereka bukan hanya ingin menghapus bid’ah hasanah yang sudah lama hidup ditengah umat Islam, tapi juga ingin menghilangkan kepercayaan umat Islam pada ulama dan kitab kuning yang sudah berkembang lama di pesantren. Karena bagi mereka semua orang harus kembali pada al-Quran dan as-Sunnah secara langsung, bukan percaya pada ulama, habaib atau karya-karya mereka. Begitulah motif dakwah mereka yang sangat perlu diwaspadai. | Moh. Jufriadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *