Artikel

ESENSI CANTIK YANG SEBENARNYA

Diposkan

Semenjak sosial media menjadi lahan bermain semua orang, terutama kalangan pemuda, tiba-tiba trend kecantikan semakin besar dan menjadi-jadi. Lama-lama semakin besar pula kaum perempuan berlomba-lomba berdandan dan bersolek. Hal ini karena dalam pandangan kaum perempuan cantik itu selalu diartikan sebagai sebuah keindahan fisik, ayu, merona, dan menggoda.

Pertanyaannya sekarang sejauh mana arti cantik yang sebenarnya? bukankah cantik itu relatif, sebab bagaimanapun tubuh dan wajah dipoles tetap saja penilaian semua orang tidak akan seragam, sebab semua orang memiliki kriteria cantik yang berbeda dengan yang lain. Difinisi cantik seperti disebutkan oleh Mark Zuckerberg, CEO Facebook, semua orang memiliki difinisi tersendiri tentang makna cantik.

Mark Zuckerberg sendiri tidak mengartikan cantik seperti pada umumnya orang-orang yang memaknai cantik sebatas pada aspek fisik. Cantik yang demikian dalam pandangan Mark Zuckerberg tidak menarik, sebab itu Mark Zuckerberg mengawini perempuan yang dalam pandangan orang-orang terlalu sederhana dan tidak cantik.

Kenapa disini penulis menampilkan cantik dalam versi Mark Zuckerberg pendiri Facebook yang terkenal itu padahal bukan para pakar ilmu keislaman, karena penulis melihat bahwa Mark Zuckerberg sebagai CEO Facebook memahami cantik tidak sesempit apa yang dipahami oleh kebanyakan orang. ini bukan berarti penulis mengenyampingkan pandangan ulama, tidak. Justru pandangan Mark tentang makna cantik disini hampir mirip seperti pandangan kebanyakan ulama sufi yang jernih hati dan pikirannya dalam memahami segala hal. Mark Zuckerberg meski bukan umat Islam (yang saya tahu) bukan pula ahli tasawuf, bahkan mungkin tidak pernah tahu apa itu tasawuf, tapi beliau bisa memahami makna cantik sesuai perspektif esototoris dalam Islam. Sementara kita kerap melihat cantik sekedar dari kulit atau dari aspek fisik.

maka apa yang selama ini dipahami oleh kebanyakan orang tentang cantik memang pengertiannya perlu disangsikan, biar kata cantik tidak selalu dimaknai sempit, sehingga kaum perempuan tidak hanya sibuk berdandan memperbaiki kualitas fisik, tapi lupa untuk memperbaiki dan merawat kualitas rohani dalam dirinya.

Imam al-Ghazali dalam karyanya “Al-Tibr al Masbuk” mengatakan (kutipan dibawah ini penulis temukan dalam status kiai Husein Muhammad) :

والعاقل من نظر أرواح الأشياء وحقائقها ولا يغتر بصورها، فكل من لم يتيقن ذلك فليس بعاقل ومن لم يكن عاقلًا لم يكن عادلًا ومن لم يكن عادلًا مأواه جهنم،

“Seorang yang memiliki akal budi adalah memandang segala hal/ sesuatu dari sisi ruh dan esensinya, dan tidak terjebak pada rupa, kulitnya, bungkus. Setiap orang yang tidak meyakini hal ini bukanlah orang yang berakal budi. Siapa yang tidak berakal budi dia tak akan bisa berbuat adil. Siapa yang tidak adil tempatnya di neraka.”

Jika kita selama ini terjebak pada pemahaman yang keliru tentang arti cantik, sehingga selalu terpesona dengan keindahan fisik seseorang, tanpa melihat esensi rohani atau kepribadiannya, maka kita sudah terjebak dalam pemahaman yang sempit. Ini tidak berarti wanita cantik dalam arti fisik salah, tidak. Hanya saja kita perlu menimbang kembali pilihan kita jika kita terlanjur tertarik pada wanita yang cantik secara fisik, tapi aspek agamanya tidak cantik atau malah jelek.

Oleh: Moh. Jufriadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *