Artikel

IMAM AHMAD BIN HAMBAL, AHLI HADITS TERNAMA, PENDIRI MADZHAB HAMBALI

Ahmad bin Hambal, ulama pendiri madzhab fiqh Hambali yang sangat masyhur. Beliau lahir 164 H. Tumbuh sebagai yatim piatu tidak menghalangi geraknya untuk melanglang buana mencari ilmu ke berbagai negara. Beliau dikenal sebagai figur pelajar yang selalu haus akan ilmu. Beliau tidak berhenti mencari ilmu meskipun beliau sudah alim dan terkenal sebagai ulama berkelas yang diakui kedalaman ilmunya. Tercatat beliau berkelana ke berbagai negara seperti Basrah, Hijaz, Yaman, dan kuffah hanya demi mencari Ilmu.

Buah dari rihlah ilmiah yang beliau tempuh, beliau tercatat hafal satu juta hadits, sebuah angka hafalan yang sangat prestisius. Beliau juga telah menulis kitab hadits yaitu Musnad Ahmad yang didalamnya terhimpun sekitar 40.000 hadits. Imam Bukhari yang karya haditsnya dianggap paling otoritatif setelah Al-Qur’an pernah berguru pada beliau.

Disamping kepakarannya dibidang hadits, Imam Ahmad bin Hambal juga merupakan Mujtahid mutlak yang madzhab fiqhnya diakui otoritasnya oleh para ulama Ahlussunah Wal jamaah. Semula ada salah satu ulama besar yang menolak mengakui kapasitas beliau sebagai Mujtahid mutlak, sebab beliau lebih tenar dalam ilmu hadits, tapi penolakan tersebut banyak dibantah oleh para ulama dengan menampilkan argumen yang tak dapat disangkal bahwa imam Ahmad bin Hambal adalah Mujtahid mutlak yang madzhabnya patut diperhitungkan.

Imam Ahmad bin Hambal sendiri kendati tekun dalam mengkaji hadits, tapi beliau juga belajar fiqh secara matang pada banyak ulama dimasanya, termasuk pada imam Syafi’i secara langsung. Jadi sangat tidak tepat jika kemudian hanya menempatkan Imam Ahmad bin Hambal sebagai pakar hadits serta mengabaikan kepakarannya dibidang fiqh. Imam Syafi’i sendiri ketika meninggalkan Baghdad pernah berujar: “Baghdad telah kutinggalkan dimana tidak ada yang lebih ahli fiqih, lebih wira’i, lebih Zuhud dan lebih alim daripada imam Ahmad”

Perkataan imam Syafi’i ini tidak mengada-ada. Di masa pemerintahan al-Makmun, Raja Abbasiyah, imam Ahmad bin Hambal pernah dipaksa untuk mengakui kemakhlukan Al-Qur’an, tapi beliau menolak dengan keras pemikiran muktazilah tersebut, sehingga beliau dipenjara dan disiksa secara tidak manusiawi. Pernah beliau dipanggil untuk berdebat tentang Kalamullah dengan ulama muktazilah waktu itu, tapi beliau tetap bersikukuh dengan pendiriannya, sehingga beliau tetap mendapatkan penyiksaan yang berat. Berkat kegigihan beliau dalam mempertahankan akidahnya, pada hari kematiannya sekitar 20.000 orang Yahudi, Nasrani dan majusi masuk Islam.
…………..

Memang jika melihat perkembangan madzhabnya, madzhab Hambali dalam penyebarannya tidak sebesar madzhab Syafi’i, Hanafi maupun Maliki. Mazhab Hambali diikuti oleh minoritas umat Islam. Hal ini menurut analisis sebagian ulama karena madzhab ini memberi ruang yang kecil pada ranah aqliyah (rasio). Sementara rasio sangat dibutuhkan umat Islam karena selalu dihadapkan dengan tantangan berat untuk melawan kelompok atheisme, agnostik, muktazilah dan yang lain. Dalam bahasa yang lain, Hambali tidak seperti madzhab besar yang lain yang memberi ruang cukup besar pada akal dalam menggali hukum serta berfikir rasional untuk melawan musuh umat Islam.

Analisis berbeda menyebutkan bahwa faktor lain adalah karena munculnya banyak kelompok seperti Hasyawiyah, Mujassimah maupun Wahabi yang menyusup dalam madzhab ini, sehingga memperburuk citra baik madzhab Hambali. Mereka mengaku-ngaku bermadzhab Hambali, mengutip penafsiran imam Ahmad bin Hambal untuk menyerang pandangan ulama Ahlussunah Wal jamaah. Mereka kerap membenturkan pandangan imam Ahmad bin Hambal dengan imam Asy’ari maupun dengan ulama Ahlussunah yang lain dalam beberapa poin pemikiran, sehingga banyak muncul syubhat dan ketegangan, seolah imam Ahmad bin Hambal bertolak belakang pemikirannya dengan Asy’ariyah. Artinya banyak pengikut madzhab Hambali seperti kelompok salafi yang telah mengotori nama baik Hambali. Wallahu a’lam.

Oleh: Moh. Jufriadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *