Kajian

KANDUNGAN ILMU DALAM SURAH AL-FATIHAH

(Bagian-01)

Surat al-Fatihah adalah surah pertama dalam susunan Al-Qur’an. Surah Al-Fatihah merupakan surah yang wajib dibaca dalam setiapkali berdiri dalam sholat. Sayangnya tidak semua orang mampu menangkap makna penting dalam kandungan surah Al-Fatihah.

Umat Islam pada umumnya memang hanya memahami dasar-dasar ilmu keislaman yang wajib diketahui. Sementara Surah Al-fatihah sebagai surah paling sakral dalam kacamata umat Islam justru tidak mendapatkan perhatian besar untuk diselami kandungan-kandungan makna yang tersembunyi didalamnya.

Tulisan ini akan membedah sekilas kandungan makna yang ada dalam surah Al-Fatihah. Syekh Nawawi Banten dalam tafsirnya mencatat sedikitnya empat kandungan ilmu di dalam Surat Al-Fatihah. Empat pokok ilmu pengetahuan ini menjadi kandungan surat pembuka (al-Fatihah) bagi kitab suci Al-Qur’an.

وهي مشتملة على أربعة أنواع من العلوم

Artinya, “Ia (al-Fatihah) mencakup empat jenis ilmu,” (Syekh Nawawi Banten, Marah Labid li Kasyfi Ma’na Qur’anin Majid, juz I, hal 3).

Syekh Nawawi Banten menyebutkan empat jenis Ilmi yang terkandung dalam Surah ini antara lain; ilmu ushul, ilmu furu’, ilmu tahshilil kamālāt atau ilmu akhlak, dan ilmu sejarah. Keterangan lebih lanjut terkait empat jenis ilmu dalam Al-fatihah bisa ditelaah dalam kitab Marah Labid li Kasyfi Ma’na Qur’anin Majid, karya syekh Nawawi al-Bantani.

Empat disiplin ilmu yang disebutkan dalam surah Al-Fatihah ini merupakan pilar penting dalam ilmu keislaman. Empat jenis ilmu ini akan terus relevan di telaah oleh umat Islam dari masa ke masa. Kedepan, empat bidang ilmu ini semakin besar pengaruhnya terhadap kehidupan sosial yang terus bergerak dan berubah.

Pertama, Bidang teologis dalam Islam misalnya, menjadi krusial saat ini untuk diperdalam terutama untuk mewaspadai pengaruh Wahabi dan aliran-aliran ekstrem yang lain yang kerap mengganggu kemapanan iman umat Islam.

Kedua, ilmu furu’ sebagai bidang yang spesifik menelaah hukum keagamaan juga urgen dipelajari mengingat lemahnya sebagian besar umat Islam tentang hukum keagamaan, terutama minat umat Islam terhadap diskursus fiqhiyah semakin berkurang, apalagi umat Islam semakin hari semakin di hadapkan pada bidang teknologi yang sangat memikat perhatian umat Islam secara umum.

Bersambung..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *