Artikel

LEMAHNYA AKAL SEHAT WAHABI-SALAFI

Salah satu sekte dalam Islam yang selalu menyerang amaliah Ahlussunnah wal Jama’ah adalah Firqoh Wahabi. Firqoh ini jarang menggunakan akal sehat dalam memahami ajaran agama, sehingga amaliah Ahlussunnah wal Jama’ah yang menurut jumhur sudah sangat baik tetap dibid’ahkan oleh aliran ini.

Lemahnya akal sehat kubu salafi ini membuat mereka gemar meneror orang lain dengan tuduhan bid’ah. Tradisi baik dalam Islam yang sangat tampak pengaruhnya terhadap peningkatan spiritual tetap saja bagi kalangan ini tidak ada peluang apapun selain hukumnya tetap bid’ah yang tercela. Alasan yang kerap dipakai adalah nabi tidak pernah mencontohkan. Inilah kubu dengan daya nalar yang cukup sempit.

Yang cukup aneh misalnya, adalah rutinitas dzikir berjamaah setelah sholat. Rutinitas yang sangat religius ini juga tak luput dari tuduhan bid’ah. Alasannya lagi-lagi karena rutinitas ibadah dengan cara demikian tidak pernah dipraktekkan oleh nabi Muhammad. Miris memang. Cara sempit dalam memahami agama membuat mereka menutup mata dan hati dari tradisi baik kaum muslimin yang secara akal sehat seharusnya tak perlu di pertanyakan.

Ahlussunnah wal Jama’ah sendiri tentu memiliki banyak tradisi baik (adat) yang sebelumnya tidak pernah dicontohkan oleh generasi salaf. Tradisi baik itu kendati tidak ada contohnya dari nabi tapi memiliki dalil yang kuat, serta didukung oleh akal yang sehat, sehingga sah-sah saja untuk diamalkan dan dilestarikan. Mengenai hal ini, seorang Ulama wahabi kontemporer, Syekh Shalih bin Ghanim As-Sadlan memiliki pandangan yang cukup menarik. Berikut penulis kutip ungkapannya;

وفي درر الحكام شرح مجلة الأحكام العدلية قال العادة هي الأمر الذي يتقرر في النفوس ويكون مقبولا عند ذوي الطباع السليمة. (الشيخ صالح بن غانم السدلان، القواعد الفقهية الكبرى وما تفرع عنها)
Dalam kitab Durar al-Hukam syarh majallat al-Ahkam al-adliyah berkata: “Adat (tradisi) adalah sesuatu yang menjadi putusan pikiran banyak orang dan diterima oleh orang-orang yang memiliki karakter yang sehat”

Pandangan Syekh Shalih bin Ghanim ini tentu bertolak belakang dengan pandangan umum kalangan salafi-wahabi. Berdasarkan pandangan ini salafi yang sangat keras dalam menyerang tradisi sunni berarti bisa disimpulkan akal sehatnya sedang terganggu.

Oleh: Moh. Jufriadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *