Artikel

MAJELIS AT-TAUFIQ: HIDUPKAN JIWA PEMUDA DENGAN SPIRIT CINTA

Secara umum perasaan cinta kepada lawan jenis bisa tumbuh karena kedekatan fisik, tapi rasa cinta kepada Nabi SAW barangkali hanya bisa tumbuh melalui kedekatan batin. Kedekatan batin ini tentu bisa dimulai dari proses mengenali kepribadian nabi yang agung, sehingga menumbuhkan spirit cinta yang agung pula dalam jiwa. Ada hal lain yang tidak boleh diabaikan agar cinta kepada Nabi bukan sekedar cinta kaleng-kaleng, sebab cinta kepada Nabi memang harus melebihi cintanya sosok Majnun pada Laila. Lalu apa yang tidak boleh diabaikan itu? Yaitu senantiasa bersholawat, senantiasa menyebut keagungan nabi sepanjang hari dan sepanjang hayat.

Sayangnya ditengah arus globalisasi, spirit cinta kepada Nabi ini sudah mulai hilang dikalangan generasi millenial. Mereka lebih tertarik dengan dunia hiburan yang melemahkan iman. Hiburan bagi mereka menjadi ajang untuk melampiaskan kesenangan dan keceriaan. Kendati dakwah semakin marak digelar, tapi kalangan pemuda tetap lebih memilih terbuai oleh sensasi erotik yang menciderai moral. Latar belakang inilah mungkin yang memotivasi para kiai untuk berdakwah dengan membangun media hiburan yang sesuai ruh ajaran Islam. Sholawatan adalah salah satu alternatifnya. Sholawatan menghadirkan hiburan yang sesuai spirit ajaran Islam, bahkan sesuai semangat risalah yang dibawa nabi Muhammad shollallahu alaihi wa Sallam.

Kini sholawatan menjadi majelis dakwah yang membawa manfaat besar terhadap jiwa manusia yang memang membutuhkan bimbingan spiritual dan moral. Melalui majelis ini, kalangan millenial diajak untuk menghidupkan jiwanya dengan rasa cinta pada nabi dan patuh pada perintahnya sebagai utusan tuhan.

Memang untuk menanamkan rasa cinta kepada nabi bisa dengan beragam cara, termasuk melalui ceramah, majelis taklim, ngaji kitab dan sebagainya. Tapi jika sarana yang dipilih sekedar ceramah atau majelis Ta’lim tentu penggemarnya hanya dari kalangan para pelajar, sulit untuk menarik perhatian anak-anak muda yang gemar dangdutan yang kerap nongkrong di jalan-jalan. Jalan lain yang belakangan cukup sukses menarik mereka agar cinta pada keagungan nabinya yaitu melalui media sholawatan. Sholawatan bukan sekedar sarana menghibur orang-orang yang sedang merana, tapi sholawatan bisa membawa pesan cinta kepada Nabi yang sesungguhnya.

Salah satu majelis yang memiliki spirit cinta pada nabi adalah majelis pemuda bersholawat yang dirintis oleh Gus Khoiron Zaini. Majelis ini mendapat sambutan luar biasa dalam waktu yang relatif singkat sejak pertama kali didirikan. Dengan semangat ingin meraih syafaat dan cinta pada nabi, majelis sholawatan yang sudah bergema dihongkong ini benar-benar menghidupkan benih-benih rindu dan cinta kepada Nabi dikalangan penggemarnya.

Sebagai majelis sholawat, Majelis pemuda bersholawat at-taufiq (MPB AT-TAUFIQ) selalu hadir dengan irama sholawat yang sesuai minat kalangan millenial, sehingga hal ini mendatangkan ribuan penggemar dari berbagai kalangan, terutama kalangan yang akrab dengan dunia musik dan hiburan. Melalui dendang sholawat yang di gelorakan, secara tidak langsung semua orang akan dibawa untuk terjun dan berselancar langsung menerima pesan cinta yang agung kepada Nabi. Dengan gemar bersholawat, hati dan pikiran akan dipenuhi api cinta yang menyala-nyala kepada Nabi.

Dari sini kita bisa mengerti bahwa sejatinya untuk menanamkan rasa cinta pada nabi dihati banyak orang adalah dengan sholawatan. Sebab sholawatan jika dinikmati seraya direnungkan, dihayati dan diulang-ulang sudah pasti akan melahirkan rasa cinta pada nabi. Meskipun kapasitas cinta seseorang kepada nabinya mungkin berbeda, tapi paling tidak kecintaan kepada Nabi sudah tertanam dan bersemayam.

Oleh: Moh. Jufriadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *