Artikel

NGAJI AL-QUR’AN DAN HAL LAIN YANG SERING DIABAIKAN

Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Umat Islam dianjurkan untuk sering-sering membacanya dibanding bulan-bulan yang lain. Sebab membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan, pahalanya berkali lipat dibanding bulan yang lain. Adapun keutamaan dalam membaca Al-Qur’an telah banyak disebutkan dalam hadits nabi. Nabi misalnya pernah bersabda:

عن أبي أمامة رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: ” اقرءوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعًا لأصحابه” ((رواه مسلم)).

Diriwayatkan dari Abi Umamah Ra, dia katakan bahwa aku telah mendengar Rosulullah Saw bersabda; Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya dia akan datang dihari kiamat sebagai syafa’at orang yang membacanya. (HR. Imam Muslim)

Disamping itu, membaca Al-Qur’an memiliki keistimewaan daripada dzikir dan doa, sebab orang yang membaca Al-Qur’an akan diberi pahala meskipun tidak paham pada artinya. Berbeda dengan dzikir yang akan diberi pahala jika yang membacanya memahami maknanya meskipun harus secara umum, sebagaimana hal ini dijelaskan dalam beberapa kitab fiqh. Misalnya berikut ini;

ﺗﻨﺒﻴﻪ: ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ: ﺍﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺜﺎﺏ ﺫﺍﻛﺮ ﻋﻠﻰ ﺫﻛﺮﻩ ﺍﻻ ﺍﺫﺍ ﻋﺮﻑ ﻣﻌﻨﺎﻩ ﻭﻟﻮ ﺍﺟﻤﺎﻻ ﺑﺨﻼﻑ ﺍﻟﻘﺮﺃﻥ ﻓﻴﺜﺎﺏ ﻗﺎﺭﺋﻪ ﻣﻄﻠﻘﺎ ﻧﺒﻪ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻘﻠﻴﻮﺑﻰ.

(Peringatan) Ulama berkata : Ketahuilah bahwa orang yang berdzikir tidak diberi pahala atas dzikirnya kecuali apabila dia mengerti artinya meskipun secara global, berbeda halnya dengan al-Qur`an. Maka orang yang membacanya tetap diberi pahala secara mutlak (baik paham artinya atau tidak).

Tapi ada hal penting sering diabaikan oleh kita disini, yaitu meskipun membaca Al-Qur’an tanpa memahami maknanya tetap mendapatkan pahala dan ini sering kita lakukan, Namun tidak berarti kita harus abai untuk menyelami dan menghayati makna yang terkandung dalam Al-Qur’an. Sebab memahami kandungan Al-Qur’an sangat esensial, terutama di era millenial ini dimana banyak penyimpangan muncul karena kelemahan mereka dalam memahami makna Al-Qur’an.

Al-Qur’an sendiri tujuan diturunkannya adalah sebagai peringatan bagi umat manusia, sehingga untuk memahami peringatan Allah itu seseorang harus paham pada makna yang terkandung didalam Al-Qur’an. Adapun kelemahan kita dalam menangkap maksud dari ayat perayat dalam Al-Qur’an, hal itu merupakan tantangan tersendiri yang harus dihadapi.

Dalam Al-Qur’an, perintah untuk memperhatikan (tadabbur) terhadap kandungan Al-Qur’an ini telah disebutkan dengan jelas.

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

(Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran) yang dapat membimbing mereka untuk mengetahui perkara yang hak (ataukah) sebenarnya (pada hati) mereka (terdapat kuncinya) karena itu mereka tidak dapat memahami kebenaran. (QS: Muhammad: 24)

Di bulan Ramadhan ini sembari sering mengaji Al-Qur’an, kita upayakan diri Kita untuk melakukan tadabbur agar hati kita senantiasa tercerahkan oleh pesan-pesan ilahi yang sering kita baca, yang selama ini jarang sekali kita nikmati maknanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *