Artikel

PELAJARAN PENTING DIBALIK PERISTIWA HIJRAH

Hijrahnya nabi Muhammad dari kota Mekkah ke kota Madinah adalah peristiwa penting yang menandai perubahan besar dalam sejarah dakwah nabi. Jika Nabi Muhammad mengalami tekanan berat ketika berdakwah di Mekkah, maka ketika nabi sudah hijrah ke Madinah, tekanan tersebut sudah tidak ada, bahkan umat Islam dikota Madinah memiliki pengaruh kuat serta memiliki kekuatan yang besar, sehingga bisa melakukan aksi peperangan dengan gagah.

Kekuatan umat Islam ketika sudah hijrah ke kota Madinah terlahir tentu tidak serta merta. Kejayaan Islam di Madinah diperoleh sesudah melewati serangkaian masa-masa sulit dan berat di Mekkah. Jika kita membaca literatur sejarah nabi, kita mungkin bertanya-tanya kenapa nabi mengalami masa-masa sulit dan berat sebelum hijrah padahal nabi Muhammad sebagai utusan Allah memiliki keajaiban mukjizat? Disana ada banyak pelajaran berharga yang bisa kita dapatkan dengan membaca Sirah Nabawiyah. Salah satu aspek penting yang penulis kemukakan disini hanya satu yaitu aspek jihad yang ditempuh nabi sebelum hijrah maupun dalam proses hijrah.

Kita tahu bahwa realitas kehidupan nabi Muhammad bersama para sahabatnya seketika berubah setelah peristiwa hijrah. Jika sebelumnya, di Mekkah kekuatan musuh cukup dominan, maka setelah hijrah justru nabi dan para sahabatnya yang memiliki kekuatan yang dominan.

Perubahan yang cukup besar dan esensial ini diperoleh oleh nabi Muhammad dan para sahabatnya bukan tanpa perjuangan dan jihad. Nabi Muhammad dan para sahabatnya justru melalui semuanya dengan perjuangan yang berdarah-darah. Itulah sebabnya, Syekh Said Ramadhan al-Buthi menolak pandangan yang memaknai jihad hanya terjadi pada saat Nabi Muhammad dan para sahabat sudah hijrah, seolah-olah nabi Muhammad tidak pernah berjihad sebelum hijrah. Pandangan ini menurut syekh Said Ramadhan al-Buthi terlalu sempit dan dangkal.

Syekh Said Ramadhan al-Buthi menyebutkan dalam kitabnya Al-Jihad Fil-Islam Kaifa Nafhimuhu Wa Nunarisuhu bahwa nabi Muhammad dan para sahabatnya justru sudah menerapkan jihad ketika di Mekkah, karena jihad disaat itu sudah disyariatkan, hanya saja jihad yang diterapkan pada saat itu bukan dengan mengangkat senjata melawan kaum Quraisy, tapi jihad yang diterapkan adalah dengan bersabar dan tabah dalam menghadapi penyiksaan dan teror dari pihak Quraisy.

Setelah hijrah, nabi Muhammad dan para sahabatnya baru kemudian berjihad dengan berperang melawan musuh Islam dengan mengangkat senjata. Kemenangan dalam perang pertama yang digelar umat Islam pada masa itu menjadi cikal bakal lahirnya kekuatan yang didominasi oleh umat Islam, sehingga musuh Islam takluk dibawah kejayaan Islam.

Dari sini kita bisa memetik pelajaran penting bahwa untuk menjadi tangguh, kuat dan menang, ada proses maha berat yang harus dilalui sebelumnya. Sisi lain yang dapat menjadi pelajaran adalah bahwa peristiwa hijrah yang berat itu oleh Nabi Muhammad tanpa mengandalkan kekuatan mukjizat.

Dalam arti yang lain jika seandainya peristiwa berat yang dialami nabi itu langsung diatasi dengan cara-cara mukjizat, tentu makna penting adanya perjuangan dakwah tidak akan pernah kita jumpai. Oleh karenanya dalam setiap peristiwa berat apapun semuanya dilalui oleh nabi Muhammad selaku manusia, tanpa memanfaatkan potensi mukjizat dalam dirinya sebagai rasul. Sehingga dengan demikian, nabi Muhammad bisa mengajarkan arti kesabaran kepada umatnya dalam menghadapi situasi berat seperti apapun.

Begitu pula ketika nabi Muhammad sudah berhijrah dan membangun peradaban besar dimadinah. Nabi Muhammad melakukan aksi peperangan terhadap musuh-musuh Islam dengan kemampuan manusianya, sehingga dalam semua Medan perang yang ditempuh, nabi menggunakan kekuatan manusia bukan kekuatan malaikat yang dapat menyapu manusia dalam sekejap mata.

Dalam semua perang, bantuan Allah tentu datang menolong rasul-nya, tapi pada saat yang berbeda umat Islam diuji pula dengan kekalahan dalam melawan musuhnya. Semuanya mengandung makna yang sangat berarti untuk dipelajari oleh generasi umat selanjutnya.

Oleh: Moh. Jufriadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *