Artikel

SAATNYA KEMBALI KE MASJID

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi pernah menyebut masjid sebagai rumah orang mukmin. Penulis menemukan hadits ini dalam kitab Tanqih al-Qaul Ala Syarh Lubab Al-Hadits. Redaksi haditsnya begini:


المسجد بيت كل مؤمن

“Masjid adalah rumah setiap orang mukmin”

Kalau masjid diumpakan rumah tentu sudah seharusnya orang mukmin selalu pulang kerumahnya (Masjid). Secara umum orang mukmin rutin pulang ke rumahnya ini setiap kali sholat. Ada pula yang pulang hanya rutin pada hari Jumat. Tentu tipe orang mukmin yang demikian masih lumayan daripada orang mukmin yang jarang pulang kerumahnya. Lebih aneh lagi jika dirinya sebagai mukmin tidak pernah pulang kerumah, bahkan naif sekali jika ada orang mukmin yang sudah lupa jalan pulang menuju rumah.

Disini Nabi menggambarkan masjid sebagai rumah bagi orang mukmin, ini tentu mengandung makna yang amat dalam sebagaimana halnya rumah tempat manusia berteduh sepanjang hidup. Rumah sangat berarti bagi siapapun. Jika rumah selalu dirawat dengan sangat baik, maka masjid sebagai rumah orang mukmin harus pula dirawat dengan sangat baik. Nabi menyebut masjid sebagai rumah bukan sekedar analogi biasa, tapi juga mengandung arti bahwa karakter orang mukmin yang sejati selalu menempatkan masjid sebagai prioritas dibanding tempat-tempat yang lain. Simbol sebagai sebuah rumah, masjid bagi orang mukmin harus selalu didatangi, dirawat dan didiami untuk bermunajah pada-Nya.

Dalam hadits yang lain Nabi menyebutkan tujuh golongan yang akan mendapatkan posisi special kelak di akhirat dimana pada waktu itu hanya tujuh golongan ini yang mendapatkan naungan dari Allah. Salah satu dari tujuh golongan itu adalah laki-laki yang hatinya selalu bergantung pada masjid, rajulun qolbuhu muallaqun bi al-masjid. Hati yang selalu bergantung ke masjid adalah simbol keimanan, kecintaan dan kerinduan yang kuat dalam hati orang mukmin yang barangkali hanya orang mukmin sejati yang memilikinya. Orang mukmin yang cinta pada masjid sudah pasti kerinduan hatinya pada masjid mengalahkan kerinduannya untuk pulang kerumahnya sendiri. Saat ini barangkali tipe mukmin yang cinta masjid sudah tidak banyak. Orang-orang sudah lebih cinta untuk berkunjung ke tempat-tempat lain yang bernuansa pragmatik dan erotik.

Antara masjid dan orang mukmin memang tidak bisa dilepaskan. Sebab masjid detak jantung kaum mukmin. Masjid akan selalu hidup jika orang mukmin beribadah secara rutin didalamnya. Kaum millenial yang terpapar pola pikir pragmatisnya tentu tidak akan tertarik untuk berkunjung kecuali sekedar mencari sensasi dengan mendatangi masjid yang arsitekturnya megah dan modern. Orang mukmin sejati sebagaimana yang disebutkan nabi diatas adalah pribadi yang tidak mungkin terpukau pada kemegahan masjid dari sisi fisik belaka, tapi lebih pada esensi masjid yang dibangun sebagai asas ketakwaan. Itulah sebabnya, dalam hadits yang lain nabi meminta kita untuk bersaksi bahwa orang yang selalu pergi ke masjid itu adalah mukmin yang sejati. Bukan sekedar ke masjid untuk mencari sensasi.

Buya Hamka, seorang ulama kenamaan Indonesia pernah menuturkan bahwa untuk melihat perbedaan antara muslim dan mukmin bisa dilihat pada dua hal: orang mukmin akan selalu kemasjid untuk menunaikan sholat, sementara orang muslim hanya akan ke masjid pada hari raya id. Dalam ayat al-Qurán Allah berfirman:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ}


“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat petunjuk (dari Allah Ta’ala)” (QS At-Taubah: 18).

Tipikal orang mukmin adalah cinta pada masjid dan selalu berjuang menggantungkan hatinya untuk pergi kemasjid dalam segala aspek ibadah yang ingin ditunaikan. Wallahu a’lam.

Oleh: Moh. Jufriadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *