Artikel

SUARA PKI DIBALIK AKSI TEROR PADA KIAI

Disadari atau tidak PKI tetap hidup sampai detik ini. Pernyataan seperti ini menurut sementara kalangan barangkali terlalu di provokatif dan mengada-ngada, sebab realitanya PKI tidak pernah muncul batang hidungnya di Indonesia, kendatipun desas-desus kemunculannya marak di sebarkan baru-baru ini. Terlepas kemunculannya yang masih misteri itu memang kewaspadaan terhadap PKI perlu terus ditumbuhkan, sebab bukan tidak mungkin meski PKI riwayatnya sudah mati, tapi suara kebencian dan aksi terornya tetap hidup menyerang siapa saja sampai detik ini. Terutama pada para kiai.

PKI mungkin tidak bangkit dalam rupa yang sebenarnya, tapi PKI sebagai sebuah kejahatan tentu tetap bangkit, menjelma dalam aksi kekerasan. Baru-baru ini kekerasan terhadap syekh Jabir yang videonya viral dibagikan perlu di jadikan perhatian. Meski kasus ini terbilang kecil dibanding kekerasan lain yang lebih mematikan, tapi aksi kejahatan ini mengguncang semua orang. Bukan karena aksinya melukai orang, tapi karena serangannya yang diarahkan pada seorang ulama yang sedang berdakwah di depan banyak orang.

Aksi kekerasan serupa yang terjadi pada beberapa kiai dan ulama memang cukup marak belakangan ini. Mereka yang melakukan kekerasan tersebut memang mungkin bukan agen PKI, tapi kejahatannya merupakan refleksi dari kejahatan PKI. Sebagai sebuah partai yang gagal, PKI memang tidak mungkin melakukan aksi besar-besaran menyerang para kiai dan pengasuh pondok pesantren saat ini. Tapi sekali lagi, ideologi kejahatannya tetap perlu diwaspadai. Karena sebagai sebuah ideologi, wajah PKI bisa saja ada dimana-mana. Sebab Kekerasan kepada kiai adalah salah satu misi utama PKI dalam menghancurkan sendi-sendi ajaran Islam di bumi Indonesia. Kiai diserang oleh PKI karena kiai memiliki pengaruh sangat besar dalam membumikan ajaran Islam serta sangat kukuh dalam menjaga pancasila dan NKRI. Islam dan pancasila adalah harga mati yang ingin dihancurkan PKI.


Bibit PKI baru memang mulai tumbuh saat ini. Hal ini tidak bisa dipungkiri. Beberapa hari terakhir, masyayikh pondok pesantren Karangdurin dihujat dan dihina oleh seseorang yang tak bertanggung jawab. Beberapa tahun sebelumnya juga terjadi hal yang serupa. Alumni dan simpatisan tentu geram mendengar hal ini. Penulis tidak menyebut pelakunya sebagai antek PKI, meski aksinya layak disebut sebagai refleksi ideologi PKI. Karena setiap aksi caci maki yang dilancarkan siapapun terhadap tokoh agama, ulama dan kiai merupakan sebuah kejahatan yang harus di respon secara serius, juga aksi kekerasan seperti ini merupakan tindakan tidak beradab yang sangat mencerminkan ideologi PKI. Meski bukan PKI murni, tapi aksinya merupakan implementasi dari suara PKI. Penghinaan pada kiai sama sekali bukan cermin seorang santri. Kita tentu sangat menyayangkan karena penghinaan terhadap kiai bisa muncul dari orang madura yang sangat kental dengan keluhuran akhlaknya. Ketika kejahatan seperti ini terus bergulir, kita perlu menyadari bahwa Ideologi PKI sudah benar-benar tumbuh di sekitar kita saat ini.
Wallaahu A’lam.

Oleh: Moh. Jufriadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *