Tasawuf

URGENSI MORAL DAN INTELEKTUAL

Moral dan intelektual harus menyatu, tidak boleh terpisahkan dalam diri seseorang. Intelektual sangatlah tidak berguna tanpa disertai dengan moral, sebaliknya moral tanpa intelektual tidak akan mampu menahan arus global.

Moral dan intelektual memiliki relasi keterikatan, salah satunya tidak boleh dipisahkan. Imam Syafi’i berkata: “Jadikanlah ilmumu sebagai garam dan akhlakmu sebagai tepung”. Perkataan ini mengindikasikan betapa pentingnya moral dan intelektual untuk mendapatkan kehidupan yang mapan. Satu contoh; roti bisa kita nikmati tatkala tepung dan garam bercampur dan diaduk sampai matang.

Kita tidak usah terpengaruh apalagi terbuai dengan slogan “Tidak usah pintar yang penting sopan”, dengan berdalih “Nabi diutus untuk memperbaiki dekadensi moral bukan untuk mencerdaskan”, karena hakikatnya statemen ini mengkerdilkan semangat berilmu, tidak membuat kemajuan.

Sungguh ironis sekali kalau hal itu dijadikan pijakan, sebab moral harus dibekali dengan ilmu pengetahuan. Memang nabi diutus untuk memperbaiki moral tapi moral tidak bisa direalisasikan dengan mapan tanpa intelektual.

Terdapat kalam hikmah yang perlu kita renungkan dan kita implimentasikan, yaitu; “Negaramu berharap banyak darimu maka bekalilah dirimu dengan adab dan ilmu”. Keduanya adalah senjata yang wajib kita pegang, utamanya bagi anak millenial yang hanya disuplai kecerdasan intelektual dan tidak dibekali dengan suguhan moral hingga akhirnya yang jadikan acuan justru hukum kenegaraan, bukan aturan keagamaan.

Sering kita dengarkan berita viral seorang guru diintimidasi, dipukul sampai babak belur, ada yang sampai meninggal, ternyata pelakunya tidak lain melainkan muridnya sendiri, sungguh sangat miris dan mencerminkan kebobrokan moral.

Kehidupan seorang pemuda terletak pada sejauh mana mereka memiliki moral dan intelektual, karena tanpa keduanya kehidupannya tidak akan diperhitungkan. Begitulah yang didengungkan Imam Syafi’i dalam bait-bait syairnya.
Oleh karenanya, kita sebagai generasi muda, kiprahnya sangat diharapkan untuk kemajuan bangsa dan negara, dan hal itu bisa diwujudkan dengan bekal moral dan intelektual. | Moch. Yusli Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *